Seminggu Sejuta per Ponton? Aktivitas Tambang Timah Diduga Marak di Depan Markas Polairud Sungailiat
“Cuma Bidin” di Lapangan, Puluhan Ponton Diduga Keruk Timah di Depan Polairud Sungailiat
Sungailiat | Aktivitas tambang timah menggunakan ponton di kawasan perairan depan Polairud Sungailiat, Kabupaten Bangka, menjadi sorotan. Di tengah keberadaan aparat penegak hukum yang semestinya menjadi benteng pengawasan, aktivitas yang diduga merupakan penambangan timah ilegal justru disebut masih berlangsung.
Informasi yang diperoleh redaksi menyebutkan, H. Bidin diduga berperan sebagai koordinator lapangan (korlap) dalam aktivitas tersebut. Bahkan, muncul dugaan adanya sistem setoran yang disebut mencapai Rp1 juta per ponton setiap minggu.
Indikasi tersebut diperkuat dengan tangkapan layar percakapan WhatsApp yang diterima redaksi. Dalam percakapan itu, seseorang menanyakan sistem pembayaran di lokasi dan mendapat jawaban, “Sekarang seminggu sejuta.” Ketika ditanyakan siapa yang menerima pembayaran, muncul jawaban, “Bidin.”
Percakapan lainnya juga menyebut angka 20 persen, serta kondisi pekerja di lapangan. Saat ditanya siapa saja yang sedang beraktivitas, jawaban dalam percakapan tersebut menyebut, “Cuma bidin, manus katek lagi.”
Jika informasi tersebut benar, pertanyaannya bukan sekadar siapa yang mengeruk timah, tetapi juga siapa yang mengatur, siapa yang menikmati setoran, dan bagaimana aktivitas ponton tersebut dapat berlangsung di lokasi yang berada di depan kawasan Polairud.
Aktivitas tambang tanpa izin berpotensi menimbulkan kerusakan lingkungan sekaligus persoalan hukum. Karena itu, aparat terkait dituntut tidak hanya melihat keberadaan ponton, tetapi juga mengusut alur pengelolaan, pemodal, koordinator lapangan, hingga dugaan sistem setoran yang disebut-sebut berjalan.
Hingga berita ini disusun, informasi tersebut masih berupa dugaan dan membutuhkan verifikasi serta klarifikasi dari pihak-pihak terkait, termasuk H. Bidin dan aparat berwenang. (Tim)






